{"id":1040,"date":"2026-08-25T16:39:41","date_gmt":"2026-08-25T16:39:41","guid":{"rendered":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/?p=1040"},"modified":"2026-08-25T16:39:41","modified_gmt":"2026-08-25T16:39:41","slug":"10-makanan-enak-di-makassar-yang-harus-dicoba-panduan-kuliner-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/10-makanan-enak-di-makassar-yang-harus-dicoba-panduan-kuliner-terbaik\/","title":{"rendered":"10 Makanan Enak di Makassar yang Harus Dicoba: Panduan Kuliner Terbaik"},"content":{"rendered":"<h1>10 Makanan Enak di Makassar yang Harus Dicoba: Panduan Kuliner Terbaik<\/h1>\n<p>Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya yang kaya, tetapi juga dengan kuliner khas yang menggugah selera. Apabila Anda merencanakan perjalanan ke Makassar, menyantap makanan lokal adalah cara sempurna untuk mengenal lebih dalam keunikan kota ini. Dalam artikel ini, kami akan mengulas 10 makanan enak di Makassar yang harus Anda coba. Yuk, kita mulai petualangan kuliner ini!<\/p>\n<h2>1. Coto Makassar<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Coto Makassar adalah hidangan legendaris yang konon sudah ada sejak zaman Kerajaan Gowa. Dibuat dari potongan daging sapi yang dimasak dalam waktu lama dengan campuran rempah khas, coto ini disajikan dengan ketupat atau buras (sejenis lontong khas Makassar).<\/p>\n<h3>Tempat Terbaik Menikmati Coto Makassar<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Coto Nusantara<\/strong>: Terletak di Jalan Nusantara, tempat ini terkenal dengan cita rasa coto yang autentik.<\/li>\n<li><strong>Coto Paraikatte<\/strong>: Berlokasi di Jalan Pettarani, populer di kalangan wisatawan dan penduduk lokal.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>2. Konro Bakar<\/h2>\n<h3>Kenikmatan Daging Sapi<\/h3>\n<p>Konro bakar adalah iga sapi bakar yang disajikan dengan saus kacang yang lezat. Dagingnya yang empuk dan bumbu yang meresap sempurna membuatnya menjadi favorit banyak orang.<\/p>\n<h3>Rekomendasi Tempat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Konro Karebosi<\/strong>: Terkenal dengan konro bakar dan kuahnya yang gurih, terletak di pusat kota.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>3. Sop Saudara<\/h2>\n<h3>Rasa Hangat dan Lezat<\/h3>\n<p>Sop Saudara merupakan hidangan berkuah dengan bahan dasar daging sapi, berisi bihun, perkedel, dan paru goreng. Kuahnya yang kaya rempah menjadikannya santapan yang menyegarkan.<\/p>\n<h3>Tempat Terbaik untuk Sop Saudara<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Sop Saudara Irian<\/strong>: Berlokasi di Jalan Irian, tempat ini menawarkan rasa yang otentik.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>4. Pallubasa<\/h2>\n<h3>Saus Kental Kaya<\/h3>\n<p>Pallubasa mirip dengan coto, namun dengan kuah yang lebih kental dan tambahan kelapa parut. Menyantapnya dengan kuning telur mentah memberikan sensasi rasa yang berbeda.<\/p>\n<h3>Tips Mencicipi Pallubasa<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Pallubasa Serigala<\/strong>: Tempat terkenal di Jalan Serigala, harus dicoba bagi pecinta kuliner.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>5. Pisang Epe<\/h2>\n<h3>Kudapan Manis Khas Makassar<\/h3>\n<p>Pisang epe adalah pisang yang dipipihkan, dibakar, dan disiram dengan saus gula merah. Cocok untuk camilan sore sembari menikmati suasana pantai Losari.<\/p>\n<h3>Rekomendasi Penjual<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Sepanjang Pantai Losari<\/strong>: Banyak penjual kaki lima yang menawarkan pisang epe hangat.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>6. Es Pisang Ijo<\/h2>\n<h3>Kesegaran yang Menyegarkan<\/h3>\n<p>Es pisang ijo adalah pencuci mulut yang terbuat dari pisang yang dibalut adonan hijau, disajikan dengan sirup merah dan es serut.<\/p>\n<h3>Tempat Terbaik untuk Menikmati<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Warung Bravo<\/strong>: Terkenal dengan es pisang ijo yang nikmat, terletak di pusat kota.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>7. Sop Konro<\/h2>\n<h3>Lezatnya Sup Iga Sapi<\/h3>\n<p>Sop Konro adalah iga sapi berkuah dengan bumbu rempah khas. Rasanya yang kaya membuatnya menjadi pilihan makanan yang pas sepanjang hari.<\/p>\n<h3>Rekomendasi Tempat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Konro Karebosi<\/strong>: Selain konro bakar, sop konro di sini juga sangat direkomendasikan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>8. Jalangkote<\/h2>\n<h3>Pastel Khas Makassar<\/h3>\n<p>Jalangkote adalah pastel berisi sayuran dan bihun, biasanya disantap dengan sambal cair pedas. Bentuknya mirip tetapi lebih ringan dari pastel ala barat.<\/p>\n<h3>Tempat Mencari Jalangkote<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Jalangkote Lasinrang<\/strong>: Tempat legendaris dengan rasa khas Makassar.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>9. Barongko<\/h2>\n<h3>Kenikmatan Pisang Tradisional<\/h3>\n<p>Barongko adalah panganan penutup dari pisang yang dibungkus daun pisang dengan campuran santan, sangat lembut dan harum.<\/p>\n<h3>Dimana Bisa Dicicipi?<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Toko Kue Tradisional<\/strong>: Tersedia di berbagai toko oleh-oleh di Makassar.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>10. Ayam Goreng Sulawesi<\/h2>\n<h3>Rasa Ayam yang Menggiurkan<\/h3>\n<p>Ayam goreng khas<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Makanan Enak di Makassar yang Harus Dicoba: Panduan Kuliner Terbaik Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya yang kaya, tetapi juga dengan kuliner khas yang menggugah selera. Apabila Anda merencanakan perjalanan ke Makassar, menyantap makanan lokal adalah cara sempurna untuk mengenal lebih dalam keunikan kota ini. Dalam artikel&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[36],"class_list":["post-1040","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-makanan-enak-di-makassar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1040"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1042,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions\/1042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}