{"id":890,"date":"2026-05-19T08:39:46","date_gmt":"2026-05-19T08:39:46","guid":{"rendered":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/?p=890"},"modified":"2026-05-19T08:39:46","modified_gmt":"2026-05-19T08:39:46","slug":"cara-membuat-kue-putu-ayu-kukus-yang-lembut-dan-lezat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/cara-membuat-kue-putu-ayu-kukus-yang-lembut-dan-lezat\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Kue Putu Ayu Kukus yang Lembut dan Lezat"},"content":{"rendered":"<h1>Cara Membuat Kue Putu Ayu Kukus yang Lembut dan Lezat<\/h1>\n<p>Kue Putu Ayu merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang populer, terkenal karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang lezat. Warna hijau yang khas dan taburan kelapa parut membuat kue ini semakin menarik dan enak dipandang. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat Kue Putu Ayu kukus yang lembut dan lezat dengan langkah-langkah yang jelas dan mudah diikuti. <\/p>\n<h2>Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Sebelum memulai proses pembuatan, pastikan Anda telah menyiapkan bahan-bahan berikut:<\/p>\n<h3>Bahan Utama:<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram tepung terigu protein sedang<\/li>\n<li>150 gram gula pasir<\/li>\n<li>3 butir telur ayam<\/li>\n<li>100 ml santan kental<\/li>\n<li>50 ml air daun pandan suji (hasil dari perasan daun pandan dan daun suji)<\/li>\n<li>1\/2 sendok teh pasta pandan<\/li>\n<li>1\/2 sendok teh vanili bubuk<\/li>\n<li>1\/2 sendok teh baking powder<\/li>\n<li>1\/2 sendok teh garam<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Toping:<\/h3>\n<ul>\n<li>150 gram kelapa parut kasar, campur dengan sejumput garam<\/li>\n<li>Cetakan kue putu ayu (biasanya berbentuk bunga)<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Alat yang Dibutuhkan<\/h2>\n<ul>\n<li>Pengaduk<\/li>\n<li>Kukusan<\/li>\n<li>Cetakan kue<\/li>\n<li>Wadah pengaduk<\/li>\n<li>Kuningan<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-langkah Membuat Kue Putu Ayu<\/h2>\n<h3>Persiapan<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Siapkan Cetakan:<\/strong> Olesi cetakan kue putu ayu dengan sedikit minyak agar adonan tidak lengket saat diangkat setelah matang.<\/li>\n<li><strong>Siapkan Kukusan:<\/strong> Panaskan kukusan, pastikan air dalam kukusan cukup banyak dan kukusan dalam kondisi panas sebelum kue dimasukkan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Proses Pembuatan<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Membuat Adonan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kocok telur dan gula pasir dengan mixer hingga mengembang dan berwarna putih pucat.<\/li>\n<li>Tambahkan vanili bubuk dan garam ke dalam adonan, aduk hingga merata.<\/li>\n<li>Masukkan tepung terigu dan baking powder sedikit demi sedikit sambil diayak agar hasilnya halus. Aduk rata dengan spatula.<\/li>\n<li>Tuang santan dan air daun suji pandan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk perlahan.<\/li>\n<li>Tambahkan pasta pandan dan aduk rata hingga muncul warna hijau yang menggugah selera.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Menyiapkan Kelapa Parut:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Campur kelapa parut dengan sedikit garam.<\/li>\n<li>Masukkan adonan kelapa ini ke dasar cetakan dan tekan hingga padat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Menuangkan Adonan ke Dalam Cetakan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Tuangkan adonan ke dalam cetakan hingga hampir penuh, meninggalkan sedikit ruang agar adonan bisa mengembang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Mengukus Kue:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Masukkan cetakan yang telah terisi adonan ke dalam kukusan.<\/li>\n<li>Kukus selama 15-20 menit dengan api sedang hingga kue matang dan mengembang.<\/li>\n<li>Untuk memastikan kematangan, tusuk bagian tengah kue dengan tusuk gigi. Jika tidak ada adonan yang menempel, berarti kue telah matang.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Penyajian<\/h3>\n<ol>\n<li>Setelah matang, angkat kue dari kukusan dan biarkan sejenak hingga sedikit dingin.<\/li>\n<li>Balik cetakan untuk mengeluarkan kue secara perlahan.<\/li>\n<li>Sajikan kue Putu Ayu di atas piring saji.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips Agar Kue Putu Ayu Sempurna<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Pilih Tepung yang Tepat:<\/strong> Gunakan tepung terigu berprotein sedang untuk mendapatkan tekstur yang lembut.<\/li>\n<li><strong>Santap Selagi Hangat:<\/strong> Kue Putu Ayu lebih nikmat saat hangat, tetapi jika disimpan, pastikan untuk menutup dengan rapat agar kelapa parut tidak cepat basi.<\/li>\n<li><strong>Gunakan Daun Pandan Segar:<\/strong> Daun pandan segar menghasilkan aroma yang lebih harum dibandingkan ekstrak, tetapi pasta pandan bisa menjadi alternatif saat kesulitan mencari daun segar.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Membuat kue Putu Ayu yang lembut dan lezat ternyata tidak terlalu sulit jika Anda mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan. Kue tradisional ini bukan hanya memuaskan rasa, tetapi juga membawa kenangan akan kekayaan kuliner Indonesia. Selamat mencoba membuat Kue Putu Ayu di rumah dan semoga berhasil!<\/p>\n<p>Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan dapat menikmati Kue Putu Ayu yang lembut dan lezat kapan saja di<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Membuat Kue Putu Ayu Kukus yang Lembut dan Lezat Kue Putu Ayu merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang populer, terkenal karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang lezat. Warna hijau yang khas dan taburan kelapa parut membuat kue ini semakin menarik dan enak dipandang. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat Kue&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[223],"class_list":["post-890","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue-putu-ayu-kukus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=890"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":892,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/890\/revisions\/892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasgorkebuliapjay.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}